Struktur Kontrol If
Sudah mulai terbiasa dengan PHP? OK,
kali ini kita belajar lebih dalam lagi. Minggu ini Dewa PHP akan memperkenalkan
bagaimana cara skrip PHP mengambil keputusan dengan struktur kontrol If.
Struktur kontrol If ini memiliki beberapa variasi, yaitu:
If
If ... Else
If ... ElseIf ...
Else
Kita mulai dari yang paling
sederhana, yaitu If.
Struktur kontrol If digunakan untuk
mengambil keputusan apabila hanya ada sebuah kondisi yang memerlukan
pengambilan keputusan. Jika kondisi tersebut bernilai true, maka skrip program
yang terletak di dalam blok if akan dieksekusi, sedangkan jika false, maka blok
program tersebut akan dilewati. Sintaks dari struktur kontrol If adalah sebagai
berikut:
If (kondisi)
pernyataan;
atau
If (kondisi) {
pernyataan;
pernyataan;
}
Sebagai contoh penggunaan struktur
kontrol If ini akan diberikan sebuah skrip yang sederhana sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Struktur IF </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$tes = true;
echo("Nilai
\$tes = $tes");
echo("<BR>");
if ($tes == true)
{
echo('Teks ini muncul karena nilai
$tes = true');
}
?>
</BODY>
</HTML>
Simpan dengan nama if.php. Jika
dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 1. Jika nilai $tes
Anda ganti dengan false, maka yang muncul pada browser hanyalah tulisan “Nilai
$tes =”. Mengapa demikian? Skrip PHP menggantikan nilai true dengan 1 dan false
dengan 0 atau tidak ada nilai sama sekali.
Perhatikan baik-baik fungsi echo()
yang muncul pada skrip tersebut. Ada tiga fungsi echo() yang muncul, dua yang
pertama menggunakan tanda petik ganda dan yang terakhir menggunakan tanda petik
tunggal. Anda bisa perhatikan perbedaan yang terjadi pada hasil yang muncul di
browser.
Perhatikan juga tanda sama dengan
pada pernyataan if ($tes == true) ada dua! Hal ini berbeda dengan pernyataan
pada bagian awal skrip yaitu $tes = true. Pernyataan $tes = true adalah
pemberian nilai variabel, sehingga tanda sama dengannya hanyalah satu. Tapi
pada pernyataan if ($tes == true) sifatnya adalah membandingkan apakah nilai
$tes adalah true, sehingga tanda sama dengannya ada dua. Jangan sampai Anda
lupa pada aturan ini, karena PHP mendukung pemberian nilai variabel langsung
pada sebuah pernyataan. Jadi jika Anda menuliskan if ($tes = true) – hanya
dengan satu tanda sama dengan – itu sama artinya dengan memberi nilai $tes
dengan true. Akibatnya struktur kontrol if tersebut akan selalu bernilai true
sehingga jalannya skrip secara keseluruhan akan salah.
Bentuk kedua dari struktur kontrol
if adalah if ... else. Sintaks dari struktur kontrol ini adalah sebagai
berikut:
If (kondisi) {
pernyataan1;
} else {
pernyataan2;
}
Penggunaan struktur if ... else
mirip dengan penggunaan struktur if, namun memiliki kelebihan yaitu alternatif
tindakan apabila kondisi yang dihadapi tidak sesuai. Sebagai contoh akan
diberikan penggunaan skrip PHP untuk menentukan apakah sebuah bilangan bersifat
genap atau ganjil.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
Struktur IF ... ELSE </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$bilangan = 5;
$tes = $bilangan %
2;
if ($tes == 1) {
echo("Bilangan $bilangan adalah
ganjil");
} else {
echo("Bilangan $bilangan adalah
genap");
}
?>
</BODY>
</HTML>
Simpan skrip tersebut dengan nama
ifelse.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya adalah seperti pada gambar 2.
Pada skrip tersebut terdapat
operator dengan karakter persen (%) yang berarti adalah modulus. Modulus adalah
proses pembagian dua bilangan dengan mengambil sisa pembagian sebagai hasilnya.
Jadi jika ada persamaan y = 10 % 3, berarti nilai y adalah 1 karena 10 dibagi 3
menghasilkan 3 dengan sisa pembagian 1. Dalam skrip di atas penentuan apakah
sebuah bilangan merupakan bilangan ganjil atau genap adalah dengan membaginya
dengan dua. Jika sisa pembagian adalah 1 maka bilangan tersebut adalah bilangan
ganjil. Jika tidak – artinya sisa pembagian adalah 0 – maka bilangan tersebut
adalah bilangan genap.
Bentuk ketiga dari struktur kontrol
if adalah if ... elseIf ... else. Struktur ini juga hampir sama dengan kedua
struktur di atas, hanya saja memberikan lebih banyak kemungkinan kondisi dan
keputusan yang diambil. Sintaksnya adalah sebagai berikut:
If (kondisi1) {
Pernyataan1;
} Elseif (kondisi2) {
Pernyataan2;
. . .
} Elseif (kondisiN) {
PernyataanN;
} else {
pernyataan;
}
Contoh
penggunaan If…ElseIf…Else adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ELSE IF </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$a = 5;
$b = 7;
echo("\$a = $a
<BR>");
echo("\$b = $b
<BR>");
if ($a < $b) {
echo('$a
lebih kecil daripada $b');
} elseif ($a == $b) {
echo('$a
sama dengan $b');
} else {
echo('$a
lebih besar daripada $b');
}
?>
</BODY>
</HTML>
Simpanlah skrip tersebut dengan nama
elseif.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 3.
Pada contoh di atas dibandingkan dua
buah bilangan yaitu a dan b. Proses pembandingan tersebut akan memberikan 3
kemungkinan, yaitu a lebih kecil daripada b, a sama dengan b, dan a lebih besar
daripada b.
Struktur kontrol if juga mengenal
bentuk alternatif. Bentuk alternatif tersebut adalah dengan mengganti tanda
kurung kurawal ({}) dengan tanda titik dua (:) dan di akhir blok ditutup dengan
endif. Jadi contoh ketiga di atas dapat dituliskan dengan bentuk sebagai
berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ELSE IF </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$a = 5;
$b = 7;
echo("\$a = $a
<BR>");
echo("\$b = $b
<BR>");
if ($a < $b) :
echo('$a
lebih kecil daripada $b');
elseif ($a == $b) :
echo('$a
sama dengan $b');
else:
echo('$a
lebih besar daripada $b');
endif;
?>
</BODY>
</HTML>
Minggu depan kita lanjutkan dengan
bentuk struktur kontrol yang lain. Ciao.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar