Kamis, 16 Mei 2013

Fungsi IF


Struktur Kontrol If

            Sudah mulai terbiasa dengan PHP? OK, kali ini kita belajar lebih dalam lagi. Minggu ini Dewa PHP akan memperkenalkan bagaimana cara skrip PHP mengambil keputusan dengan struktur kontrol If. Struktur kontrol If ini memiliki beberapa variasi, yaitu:

If
If ... Else
If ... ElseIf ... Else

Kita mulai dari yang paling sederhana, yaitu If.
           Struktur kontrol If digunakan untuk mengambil keputusan apabila hanya ada sebuah kondisi yang memerlukan pengambilan keputusan. Jika kondisi tersebut bernilai true, maka skrip program yang terletak di dalam blok if akan dieksekusi, sedangkan jika false, maka blok program tersebut akan dilewati. Sintaks dari struktur kontrol If adalah sebagai berikut:

If (kondisi)
            pernyataan;

atau

If (kondisi) {
            pernyataan;
            pernyataan;
}

            Sebagai contoh penggunaan struktur kontrol If ini akan diberikan sebuah skrip yang sederhana sebagai berikut:

Sabtu, 11 Mei 2013

Fungsi Echo

Sebagai awal dari rangkaian pelajaran PHP di Dewa PHP ini, terlebih dahulu kita akan belajar fungsi-fungsi dasar PHP yang nantinya bakal sering digunakan dalam pemrograman dengan PHP.
Salah satu fungsi yang paling mendasar dari PHP adalah fungsi echo(). Fungsi echo() digunakan untuk menampilkan string yang nantinya akan diterjemahkan oleh browser, entah string tersebut berupa teks ataupun tag HTML. Sintaks dari fungsi echo() adalah sebagai berikut:

            echo(string)
            echo string

Contoh skrip sederhana menggunakan fungsi echo() adalah sebagai berikut:

Mengenal PHP Lebih Dekat (Bag. 2)

Jika artikel sebelumnya kita telah belajar bagaimana menginstal aplikasi web server Apache dan MySQL yaitu XAMPP, minggu ini kita akan mengenal lebih lanjut mengenai PHP ini. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML, sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server-side berarti pengerjaan skrip akan dilakukan di server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser. Keunggulannya dari sifatnya yang server-side tersebut antara lain:
  1. Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu, karena serverlah yang akan mengerjakan skrip PHP. Hasil yang dikirimkan kembali ke browser umumnya bersifat teks atau gambar saja, sehingga pasti dikenal oleh browser apapun.
  2. Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, misalnya koneksi ke database.
  3. Skrip tidak dapat “diintip” dengan menggunakan fasilitas view HTML source.
            Sebagai contoh, perhatikan skrip PHP sederhana berikut ini:

Jumat, 10 Mei 2013

Mengenal PHP Lebih Dekat (Bag. 1)

PHP biasa digunakan untuk pemrograman web, Jika Anda selama ini mengikuti terus pembahasan ASP, maka mungkin tidak sulit buat Anda untuk mulai mempelajari PHP. Bagi Anda yang merupakan pemula dalam pemrograman juga tidak perlu kuatir, karena Dewa PHP akan berusaha menjelaskan penggunaan skrip PHP ini sesederhana mungkin.

Skrip PHP ini merupakan saingan berat dari ASP. Pada dasarnya memang cara kerja kedua bahasa pemrograman khusus web tersebut memiliki kesamaan, yaitu skrip yang disisipkan pada HTML dan dijalankan oleh web server. Perbandingan dari kedua skrip tersebut akan diberikan pada tabel berikut ini:

Selasa, 07 Mei 2013

Sejarah PHP

Gambar 1: Logo php
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.